The story of Reynaldi &Lettisya
Warning: Settingnya sekitar 40 tahun yang lalu di kota Parapat dimana masih banyak sawah, AT(Alternative Timeline), OOC(Out Of Character), pokoknya yang namanya Saut disini hanya ayah dari reynaldi, pendek, typos dan sederet kesalahan lain. (kalo gak tahu artinya bisa di cari dari mbah google) dan satu lagi, yang namanya disebut-sebut jangan marah ya…
Cerita khusus buat temanku Reynaldi Butar-butar.
.
Minggu pagi yang cerah di Parapat. Saatnya memulai hari dengan rutinitas seperti biasa. Mr.Saut Butar-butar mengawali harinya dengan secangkir kopi hitam dan pisang goreng made in Mrs.Saut. Sebelum membaca koran untuk melihat berita penculikan anak ayam yang baru berumur satu hari, ayah dua anak ini akan mengabsen putra-putranya.
"Reynaldi!" panggil Mr.Saut.
"Kakak lagi mandiin Fernando, yah," si bungsu, Yahya Butar-butar yang menjawab. Di tangannya yang baru berumur 17 tahun ini ada sebuah spongebob buat cuci piring. Maklum, waktu dipanggil Mr.Saut tadi, dia lagi bantuin Mrs.Saut cuci piring.
Mr.Saut manggut-manggut mengerti. Setidaknya meskipun permintaan Reynaldi tidak dituruti, putra sulungnya itu nggak ngambek dan berhenti ngurusin Fernando, kerbau peliharaan mereka.
Iya, kerbau. Memangnya siapa lagi yang punya nama Fernando di rumah keluarga Butar-butar?
FLASHBACK
"Ayolah, yah... Jangan pelit-pelit amat sama anak sendiri," pinta Reynaldi.
"Tidak," tegas sang ayah.
"Ini penting yah. Keluarga kita akan sangat terinjak-injak kalau kalah bersaing dengan keluarga Sidabutar," bujuk Reynaldi.
"Pokoknya tidak!" kata Mr.Saut.
"Ayah…"
"NGGAK!" bentak Mr.Saut jengkel. Reynaldi ini, tumben banget bersikeras ingin membujuknya membelikannya sesuatu. Masalahnya barang yang diminta Reynaldi tuh nggak murah. Ini semua gara-gara anak Pak Kades itu, Reynaldi jadi minta dibelikan motor Harle Dapitsen kayak punya Kevin itu. Alasannya?
"Gengsi dong, yah. Kevin saja ngapelin Lettisya pakai Harle Dapitsen. Masa aku datang naik Fernando."
Reynaldi menelan ludah sebelum berkata, "Bukan itu, yah. Barusan ada laba-laba kecil di rambut yah."
What the hell?
Dengan sikap (sok) cool ala Butar-butar, Mr.Saut mengibaskan rambut yang kalah keren dari Reynaldi itu. Laba-laba malang itu segera menghembuskan nafas terakhir setelah digeprak Mr.Saut.
Dan Reynaldi?
Cuma bisa merinding disko melihat kekejaman Mr.Saut yang sangat tidak berperilaba-labaan.
FLASH BACK OFF
.
.
.
Reynaldi Cuma bisa gigit jari melihat Kevin, anak Pak Kades Sopar itu ngobrol sama cewek yang selama ini rajin menghiasi mimpi-mimpinya. Abangnya Dek Yahya ini memang positif terjangkit virus merah jambu. Lettisya Siregar, anaknya Pakde Santun yang dulu pernah jualan jamu di Pasar Tigaraja.
Seperti banyak anak laki-laki lain, Reynaldi juga ingin cari istri yang kayak artis muda terkenal. Dan menurut data yang ia peroleh dari seorang agen CIA bernama Irma yang punya nama lengkap Irma Ajah itu, satu-satunya cewek di Parapat yang begitu ya cuma anak bungsunya Pakde Santun.
"Ma-Mas Reynaldi. Ba-baru pulang," sapa Lettisya saat melihat Reynaldi lewat sambil menuntun Fernando.
Kevin mengkerut. Reynaldi dan kerbaunya udah berhasil mengalihkan dunia Lettisya. Cih, apa kerennya sih muka keriputan dan kerbau kegendutan kayak gitu?
"Hn," jawab Reynaldi sok cool.
Sikap sok cool menurut Kamus Besar Keluarga Butar-butar berarti orang tersebut sebenarnya speechless, nggak tahu mesti ngomong gimana. Jadilah ia bersikap ala kadarnya.
"Sombong banget sih," komentar Kevin.
"Mas Reynaldi itu nggak seperti itu kok," bela Lettisya," Dan menurutku, itu keren."
Kevin cengo, nyaris nggak percaya dengan ucapan Lettisya barusan. Jadi keren versi Lettisya Siregar itu yang seperti itu. Padahal kata Adhika, pria keren itu haruslah punya senyum lima jari dan punya motor sekeren Palentino Rosso.
"Umm… Kevin, aku pulang dulu ya," pamit Lettisya, meninggalkan Kevin yang masih shock.
.
.
.
Matahari sudah bergeser ke ufuk barat. Pertanda kalau hari sudah semakin sore. Tapi semangat pemuda ini belum juga pudar. Bulir-bulir keringat muncul di dahinya. Sebagian menetes, menuruni garis wajahnya hingga ke leher jenjangnya lalu menyatu dengan keringat yang membasahi dada bidangnya. Kulitnya memerah terkena sengatan matahari, tapi ia belum menyerah.
Semua ini gara-gara ayahnya yang mengajukan syarat kalau dia harus mencangkul semua sawah milik keluarganya kalau mau minta dibelikan Harle Dapitsen. Dan itu harus dilakukannya tanpa bantuan Fernando yang biasanya membantunya membajak sawah.
Kalau bukan karena semangat masa mudanya, Reynaldi nggak bakalan mau. Lettisya, ini semua demi kamu. Biar kamu nggak malu jalan sama aku.
"Mas Reynaldi!" panggil seseorang.
Telinga Reynaldi berdiri tegak. Seingatnya cuma satu orang yang memanggilnya begitu.
Lettisya Siregar.
Dan benar saja. Di pinggir sawah, sudah ada Lettisya yang membawa sebuah rantang dan sebotol air minum.
"Lettisya," Reynaldi menghampirinya, "Ada apa?"
"Umm… Ibumu bilang Mas Reynaldi lagi di sawah. Ja-jadi aku bawakan ini," jawab Lettisya dengan pipi semerah stoberi.
"Terima kasih," kata Reynaldi sambil membersihkan diri di pancuran air.
Lettisya nyaris nosebleed melihatnya. Apalagi pas Reynaldi membiarkan rambutnya basah oleh air pancuran dan mengibas-ngibaskan rambutnya. Demi Dewa Jashin, laki-laki seperti inilah yang sangat diharapkan menjadi menantu keluarga Siregar.
Kenapa?
Jelas karena Mr.Santun tidak ingin generasi penerusnya kelak punya rambut dengan warna nggak jelas seperti kuning, merah atau perak. Mr.Santun mengharuskan menantunya memiliki rambut berwarna gelap, harum, lembut, mengkilat, bebas kutu, berponi, bebas ketombe dan mudah disisir pakai jari. Pendek kata, rambutnya haruslah cocok jadi bintang iklan shampoo UNCLEAR (shampoo apaan tuh).
Bagusnya, cowok yang ditaksir Lettisya sudah memenuhi sembilan kriteria dan telah diteliti selama minimal satu tahun.
"Kenapa?" tanya Reynaldi.
Lettisya menyerahkan rantang itu tanpa memandang ke arah Reynaldi.
Hati kecil nan lugu milik Reynaldi jadi lecet. Dia tahu dia nggak seganteng adik-bodoh-nya. Tapi apa dia sejelek itu sampai-sampai Lettisya ogah melihatnya? Ohoho... sepertinya Reynaldi memang butuh pelajaran tambahan soal psikologi wanita.
"Yah-Yahya bilang Mas Reynaldi minta motor ya?" tanya Lettisya, "U-untuk apa?"
'Jelas buat boncengin kamu. Ngggak lucu kalau kita jalan-jalan naik Fernando,' inner Reynaldi.
"Buat mengajakmu kencan," jawab Reynaldi keterlaluan jujurnya.
"E-eh?" blushing Lettisya semakin parah, "Ke-kencan?"
"Iya. Kencan," ulang Reynaldi, "Aku takkan kalah dari Kevin. Kau lihat saja nanti."
"T-ta-tapi tanpa motor pun a-aku mau ke-kencan sama Mas Reynaldi. Karena a-aku su-suka Mas Reynaldi," si bungsu Siregar ini terbata-bata mengucapkan kalimat terakhirnya.
Mendengar pengakuan Lettisya barusan itu rasanya kayak membelah atmosfir berlapis-lapis, meluncur bareng paus akrobatik truss lansung ke rasi bintang paliiingg... manis.
"Lettisya," Reynaldi meraih tangan Lettisya, "Maukah kau melahirkan anak-anakku nanti?" ucapnya mengutip kata-kata ampuh seorang pendeta dari sebuah anime.
Hanya butuh waktu satu detik untuk membuat Lettisya pingsan dengan suksesnya.
.
.
THE END
Baiklah jika ada yang tidak diketahui dari cerita diatas ini saya persembahkan kamus mini:
1. AT(Alternate Timeline) artinya setting cerita itu tidak seperti aslinya. Contohnya harusnya settingg cerita itu tahun 2011 dicerita dibuat tahun 1888.
2.OOC(Out Of Character) maksudnya karakter si tokoh keluar dari sifat aslinya. Contohnya sikap aslinya cerewet tapi ketika dicerita karakternya jdi pandiam.
3.Typo adalah dimana ada kesalahan pengetikan atau ada kata-kata yang tidak jelas
4.Flashback yaitu ‘kisah balik’ yaitu dimana tokoh dalam cerita mengingatt kembali cerita yang sudah pernah terjadi
5. Speechless yaitu bungkam atau nggak bisa ngomong apa-apa
6. Nosebleed itu mimisan
7. UNCLEAR itu hanya plesetan dari shampoo terkenal CLE*R
Teman2 jngn mrah ya klau namanya aq masukin... peace ^_^v
Kalender
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
agah...agah..
BalasHapuscerita aha do i bo..
pailahonnn...
wkwkwkwk
BalasHapus